Tuesday, August 13, 2013

Lebaran 1434H !!

Feliz Eid!! Happy Eid Mubarak!!!
Selamat Idul Fitri 1434 H!! Mohon maaf lahir dan batin :D

Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda, bagaimana tidak? H-7 lebaran, tepatnya tanggal 3 Agustus 2013 dimana kebanyakan orang di Indonesia (yang tinggal dimanapun) melakukan mudik ke kampung halaman, saya malah melakukan hal kebalikan, ´´mudik´´ ke benua lain tepatnya ke Benua Eropa.

Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk merayakannya dimana muslim menjadi minoritas menjadi pengalaman tersendiri. Tidak ada gema takbir di malam Idul Fitri, yang ada justru berlari mengejar metro terakhir untuk menuju terminal dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Madrid. Saya akan merayakan Idul Fitri tahun ini di KBRI Madrid bersama dengan masyarakat Indonesia lain.

Perjalanan 4,5 jam Valencia-Madrid tidak terasa karena malam hari dan tertidur dengan pulas di atas bus (bahkan saat bus berhenti untuk istirahat pun tidak sadar), sampailah saya untuk pertama kalinya di Madrid, kota pertama saya di luar Valencia. Feel so excited and suddenly forget about the Spanish course but remember about Jakarta. Sebelum menuju KBRI, tak lupa untuk sarapan sejenak mencicipi ´churos´dan ´pan con tomate´.

Merayakan Idul Fitri di KBRI sejenak membuat saya teringat Indonesia. Walau belum genap sebulan (baru seminggu) sudah kangen dengan rumah karena disini hampir semua berkumpul dengan keluarga dan saling bermaaf-maafan ditambah dengan sajian opor+ketupat  yang bikin teringat suasana lebaran di Indonesia. Di KBRI ini jugalah pertama kali berkenalan dan berkumpul dengan rekan-rekan sesama pelajar di Spanyol. Walau baru bertemu sekali suasana terasa sangat akrab. Langsung merasa memiliki keluarga baru dan tidak sendirian lagi.

Memang tidak ada sesuatu yang unik dan spesial di KBRI, tetapi bagi saya yang baru pertama kali merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga dan di negara dimana muslim masih menjadi minoritas tetap menjadi kenangan tersendiri. Suasana yang ada memang tidak seramai di Indonesia, tapi berkumpul bersama masyarakat Indonesia membuat saya merasa seperti berada di Indonesia, terlebih sedikit mengobati rasa kangen berkumpul dengan keluarga.

Sekali lagi, Selamat Idul Fitri 1434 H!!! Mohon Maaf Lahir dan Batin :)


Friday, July 12, 2013

Erasmus Mundus Awardee 2013

      Setiap membaca judul diatas, rasanya masih ga percaya kalau saya benar-benar menjadi salah satu (yang beruntung) penerima beasiswa Erasmus Mundus 2013. Saya mendapat kesempatan untuk Bachelor Exchange selama 10 bulan (ditambah 1 bulan kelas bahasa) ke Universidad Politecnica de Valencia, Spanyol. Rasa ga percaya itu terus ada sampai saya menghadiri Pre-Departure Briefing and Award Ceremony 2013 di Crown Plaza Hotel, Jakarta bersama hampir seratusan lebih penerima beasiswa lainnya.
Bangga, Haru, dan ga ada lagi kata-kata yang bisa diungkapkan pas mendapatkan sertifikat awardee dari pihak erasmus. Belum lagi melihat teman-teman awardee lain yang hebat-hebat. Benar-benar merasa sangat bersyukur bisa menjadi salah satu dari mereka dan mudah-mudahan 2 tahun lagi saya bisa terpilih lagi :)
 
Me with my mother and sister
*udahan ah yang seriusnya*
       Pas acara Pre-Departure itu, selain diisi oleh pembagian sertifikat, para awardees juga mendapat info-info terkait dengan erasmus, terutama sharing pengalaman dari alumni. dan yang paling mengasyikkan itu ada di akhir acara dimana kita yang sudah dibagi menjadi 3 kelompok besar menampilkan hiburan dengan tema eropa :)
       Kelompok saya (Rainbow Team) ternyata berisikan orang-orang yang super, dimana yang awalnya pemalu ternyata pada ga tau malu, bahkan ibu-ibu Phd pun lebih pede dibandingkan saya.haha. Jadi disini kami menampilkan parodi kekhasan dari negara-negara di Eropa (terutama negara tujuan kami masing-masing). Kami terbagi menjadi 3 kelompok lagi, yaitu Eropa Utara, Eropa Selatan dan Eropa Timur (kalau ga salah) dan saya kebagian Eropa Selatan. Masing-masing memiliki tema tersendiri dan menampilkan dengan kegilaan masing-masing. Eropa Selatan memarodikan empat orang wisatawan Indonesia yang ga sengaja bertemu dua pemain sepakbola terkenal dari Spanyol dan Portugal (Ronaldo dan Fabregas). Dari Eropa Utara menampilkan tarian yang ga jelas (sampe sekarang saya juga bingung mereka ngapain). Dan yang paling kocak adalah sekumpulan ibu-ibu dan mas-mas (yang semuanya ga ada anak S1 nya) menampilkan parodi per negara dengan pede, misal dari Paris, ada yang fashion show dengan wow (saya sampai ngakak lihatnya), dari Inggris ada Ratu dengan dua pengawal kerajaan, dan masih banyak lagi yang pokoknya benar-benar menghibur semua yang ada di ruangan tersebut. Dan, kamipun berhasil menjadi juara dari EM Talent Show 2013.haha :)
Rainbow Team


Pokoknya super seru deh acara kemarin dan sekali lagi I was very happy and proud being member of this family, Erasmus Mundus Awardee 2013 :D
Awardees 2013

Friday, May 31, 2013

Cerita berkereta di India

       Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin berbagi cerita mengenai pengalamannya naik kereta api di India, sebuah negara berkembang yang kondisi perkeretaapiannya selama ini identic dengan kepadatan penumpang dan kecelakaan. Pada bulan Oktober 2012 yang lalu, penulis berkesempatan mencicipi transportasi masal ini selama 20 jam, dari Kota Hyderabad sampai Kota Gwalior.
       Kondisi stasiun yang ada di Hyderabad (yang penulis datangi) tidak jauh berbeda dengan suasana stasiun di Indonesia pada pagi hari, dimana banyak calon penumpang yang terpaksa tidur di stasiun menunggu keberangkatan kereta. Keadaan stasiunnya pun tidak bisa dikatakan bersih, karena terlihat sampah berserakan dan anjing-anjing yang bebas berkeliaran di dalamnya. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat penulis sampai ke stasiun itu, masih pagi hari dimana kondisi stasiun yang belum terlalu ramai.
        Kereta api yang penulis naiki terdiri dari kurang lebih 20 gerbong, yang terbagi menjadi beberapa kelas diantaranya sleeper class economy, bisnis, dan eksekutif. Dan menurut pengamatan penulis, panjang satu gerbong kereta India itu hampir sama dengan 1.5 kali panjang gerbong kereta Indonesia. Jadi walaupun hanya beda 4 gerbong, tapi sudah terasa sangat jauh. Jangan pernah bayangin kondisinya bakal sama kaya di Indonesia karena jelas beda banget.
Sleeper class        
Pertama, sleeper class ini merupakan kereta yang posisi tempat duduknya bisa dijadikan tempat tidur jadi kalau malam bisa tidur selonjoran. Caranya, sandaran kursi yang ada diangkat sampai posisi mendatar dan kemudian dikaitkan dengan gantungan yang sudah ada. Dan untuk menjaga privasi, terdapat korden yang bisa menutupi saat penumpang tertidur.

kaya gini nih interior-nya
Yang kedua, fasilitas yang disediain (untuk kelas bisnis dan eksekutif) adalah selimut yang cukup tebal, sprei (alas tidur), dan bantal dan selalu diganti dengan yang baru di setiap perjalanan atau setiap ada penumpang yang turun. Sementara di kelas ekonomi hanya disediakan bantal.
seprei, selimut, dan bantal

Yang ketiga, selama 20 jam perjalanan, penulis tidak menjumpai pedagang asongan yang masuk ke dalam gerbong seperti yang ada di kereta jarak jauh di Indonesia. Selama perjalanan, yang menjajakan barang dagangan adalah para penjual yang resmi dari kereta (gerbong makan). Barang-barang yang dijual pun terbatas pada minuman seperti chai (teh susu), coffee, dan air mineral serta makanan ringan. Tidak hanya itu saja, saat menjelang makan siang juga dijajakan makanan berat yang cukup mengenyangkan walau untuk lidah Indonesia rasanya agak sedikit aneh.
makanan kereta (lupa harganya)
Dan yang terakhir, yang membedakan setiap kelas dari sleeper class ini adalah dari segi jumlah penumpang per bilik dan fasilitas lain, seperti ac dan toilet. Untuk kelas ekonomi, jumlah penumpang per bilik adalah 6 orang dan tidak terdapat ac atau kipas angin, jadi hanya menggunakan angin jendela. Kondisi toiletnya pun kurang bersih karena yang menggunakan kelas ekonomi ini umumnya masyarakat kelas bawah. Kelas bisnis sudah dilengkapi AC, hanya saja jumlah penumpang per bilik 6 orang dan kondisi toiletnya sedikit lebih baik daripada kelas ekonomi. Kelas eksekutif jelas memakai AC dan jumlah penumpang per bilik adalah 4 orang dan kondisi toiletnya jauh lebih bersih. Untuk masalah harga, jelas setiap kelas sangat berbeda, tetapi yang unik adalah untuk menaiki kereta ini orang-orang harus memesan tiket jauh-jauh hari dan tidak bisa mendadak. Bahkan untuk hari-hari tertentu penumpang pun harus waiting list. Di dinding luar setiap gerbong pun sudah tertempel nama-nama penumpang yang berada di dalam gerbong tersebut sehingga tidak akan tertukar antara penumpang yang satu dengan yang lain. Yang juga tidak kalah unik adalah informasi yang tercantum di tiket kereta api seperti umur dan jenis kelamin. Oh iya, untuk perjalanan dari Hyderabad-Gwalior dengan jarak kurang lebih 1364 km selama 20 jam perjalanan dengan kelas bisnis dikenakan biaya sekitar Rs. 1165 atau setara dengan kurang lebih Rp. 205.000. Murah kan?

Saturday, May 25, 2013

FESTAGAMA 2013

Yup. FESTAGAMA 2013 alias Festival Kota Gadjah Mada 2013 adalah event kebanggaan tiap angkatan PWK UGM. kenapa kebanggaan? karena acara ini merupakan kegiatan Pasca KKP (Kuliah Kerja Perencanaan) yang udah dilakukan sebelumnya. Selain itu, lewat acara ini juga kekompakan satu angkatan bisa terlihat.

FESTAGAMA 2013 kali ini diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, 11-12 Mei 2013 dengan diisi pameran hasil karya mahasiswa PWK UGM, khususnya 2010 dan juga berbagai kegiatan seperti talkshow, lomba essay, lomba menggambar, dan acara hiburan.
Pameran ini menampilkan maket-maket perencanaan kawasan Lempuyangan, yang mengadaptasi keadaan di Hongkong dan Surabaya (ditambah sedikit imajinasi). Selain itu, juga ditampilkan foto-foto dan hasil karikatur dan sketsa dari PWK 2010. Yang paling spesial dari pameran ini adalah dekorasinya yang WOW, dan dikebut dalam semalam :)
 
sebagian dekorasi dan maket

hari pertama :
pembukaan dilakukan sekitar jam 9 dan yah super duper sepi alias isinya cuma panitia doang.haha. Sekitar jam 4 sore, talkshow sesi satu dimulai dengan tema komunitas, yang diisi oleh KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau) Yogya, PLPBK (Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas) Karangwaru, dan Komunitas Sampah Visual. Isi talkshownya cukup menarik, tapi sayang penontonnya ga begitu banyak, karena hujan. Dan malamnya, sekitar jam setengah 8 (yang sebelumnya dibuka sama penampilan Likok Pulo nya PWK) talkshow sesi 2 dimulai. Talkshow ini menghadirkan Bapak Sani R sebagai moderator, Bapak Edi (Kepala Bapeda Kota Yogya) dan Bapak Prof. Eko Budiharjo (mantan rektor UNDIP) sebagai pembicara. Penonton yang hadir cukup banyak dan bahkan ada yang berdiri. Setelah itu, sebagai penutup ada hiburan dari BMW (Bengkel Musik Wishwakarman)

hari kedua :
Pagi-pagi ada lomba gambar dan mewarnai buat adik-adik TK dan SD (yang alhamdulillah pesertanya lumayan banyak). Hasil gambar mereka bagus-bagus banget (dan bahkan saya ga bisa loh gambar kaya gitu). Sorenya diisi sama acara City Campaign di 0 KM dan malamnya ada presentasi pemenang lomba essay. Acara puncaknya dihibur sama The Kandang dan bla bla (karena saya ga liat :p). Yang pasti yang bikin seru adalah setelah acara bubar, panitia kumpul dan nonton video behind the scene dari FESTAGAMA 2013, dan itu......bikin saya terharu.hiks,,hiks. Abis itu, panitia puas-puasin karaokean bareng dan foto-foto (ga lupa beres-beres) :D
PWK 2010
so, by this post, I am proud to be PWK 2010 :) and will remember all things we had together

Saturday, May 4, 2013

JKU-GATE (an email which surprising me)

Yeah the title about this post is really describe what I feel until now. Still cannot believe that I got that email.

It was on Friday, March 29th, 2013 when I was browsed internet such as Facebook, Twitter, etc. Then, when I opened my yahoo, there are some new email which one of them contain subject about GATE Scholarship announcement. In the first time, I think that I do not accept as awardee (because I have been not selected for some event/conference.hehe), but when I opened that email, I really cannot believe that it was written :
Dear Fatmawati Anggarani,
Congratulations, the GATE Selection Commitee has selected you for an Erasmus Mundus scholarship to study Bachelor's degree in Architecture at the Universidad Politécnica de Valencia (undergraduate exchange, 10 months) with start in autumn 2013.
Wow! I was so spechless, can't say anything and feel very shocked (my heart beat fastly). And in the attachment, I got a letter from the UPV which told me that I must arrived in Spain on August (It's only 4 months to go).

Yeah, until now, I still can't believed it and so do my mother and my sister. But we all say "Alhamdulillah", Thanks to Allah, and hope this chance will make me become a better person :)

Wednesday, March 27, 2013

Indonesian Arts Festival 2013

Alhamdulillah, lagi-lagi saya berkesempatan mengikuti event internasional. kali ini dalam acara Indonesian Arts Festival (IAF) 2013 yang diselenggarakan oleh PPI Singapura pada tanggal 23 Maret 2013 di KBRI Singapura. Kali ini tim SAKA UGM berjumlah 15 orang dengan 12 penari, 1 penggendang, 1 syech, dan 1 official. Disini kita ikut dalam acara Who's Got Talent dan bersaing dengan 3 tim lainnya, dan alhamdulillah SAKA UGM berhasil menjadi juara 1 dan juara favorit! :) *dan SAKA UGM berhak untuk tampil lagi pada acara puncak IAF 2013 di Esplanade, Singapura pada tanggal 16 Juni (sangat berharap bisa ikutan lagi)
we're the winner
Selama di Singapura banyak kejadian seru, mulai dari ngegembel di bandara (nginep di Changi Airport), berkelana ke Clarke Quay (dan nari rampoe di tengah keramaian orang dengan persiapan seadanya), main-main ke Orchard, Bugis dan Marina Bay. Oh iya, kami menginap di KBRI Singapura. Tempatnya mirip-mirip lah sama di hostel, sekamar isi 8 orang dan kamar mandi cuma ada 1 untuk kami ber 14 (soalnya walid ada kamar mandi sendiri.hehe). Di KBRI ini juga kami bertemu banyak TKI yang entah sedang apa, yang jelas jumlahnya lumayan banyak.
suasana kamar
Dan sekali lagi, saya dapat pengalaman baru, yaitu nyobain naik bus dan taksi di Singapura.hehehe. Tips dari saya kalau ingin naik bus di Singapura adalah siapkan uang pas. kenapa? Karena mereka tidak menyediakan uang kembalian, dan jangan lupa untuk bertanya kepada sopir mengenai tarif untuk sampai ke tempat tujuan kita. Sementara, taksi di Singapura memiliki range harga yang bervariasi, mulai dari (kalau tidak salah) SGD 2.5-3.8, dan taksi itu menerapkan sistem pajak. Maksudnya, biaya dari perjalanan kita akan dikenai pajak, misalnya (seperti saya) dari Red Hill MRT Station ke KBRI itu biayanya 5.4 SGD, tapi setelah terkena pajak jadi biaya yang harus dibayar 6.3 SGD (kalau tidak salah lagi ya).
depan Espalanade
itulah pengalaman lain saya.Yah, walaupun acara ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Festival di India, tapi tetap jadi pengalaman baru yang tak terlupakan, yaitu untuk pertama kalinya masuk ke KBRI. hehe :)
SAKA di KBRI Singapura

Sunday, March 17, 2013

Career Days 2013

yap, inilah acara kepanitiaan pertama saya dalam skala universitas *padahal udah 2 tahun lebih kuliah di ugm*. Di acara ini saya kebagian jadi Pemandu Tes bersama 12 orang terpilih lainnya yang ternyata hanya pendiam dan kalem di awal. seru dan gokil di kenyataannya.hehe
Jadi, tugas sebagai pemandu tes adalah membantu officer yang mau mengadakan tes (tulis atau wawancara) dalam rangkaian career days 2013. Hari pertama kebagian jaga di GSP yang tugasnya manggilin peserta tes wawancara, sambil bercanda-canda sama tim Pemandu Tes dan salah satu officer.haha. Hari kedua jaga di Fakultas Kehutanan, yaitu tes dari PT Summa****n berupa tes tulis+wawancara. Pas jaga tes ini, saya diajarkan cara menilai tes (Krepplin) dan officernya pun asik dan seru, ga ngebosenin lah walaupun dari pagi sampai sore :)
Walaupun acara career days udah selesai, tapi kita, pemandu tes, tetap bertugas selama seminggu tapi gantian. Selama saya jaga ada banyak kejadian yang seru mulai dari bolak-balik KPFT-T. Sipil-JUTAP, dapat makanan berlebihan sampai bingung mau dikasih ke siapa, dan juga ada yang ga jadi tes. Intinya, jadi pemandu tes itu bisa dapat banyak kenalan baru baik dari officer, peserta maupun sesama panitia. Ga nyesel kok jadi pemandu tes.hehehe